iklan jual beli mobil

FAW Klaim Kuasai 10 Persen Pasar Truk Jatim, Penjualan Tumbuh 30 Persen

OTOJATIM – Persaingan pasar truk di Jawa Timur semakin ramai. Di tengah kondisi industri kendaraan niaga yang disebut belum sepenuhnya pulih, PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil) justru mencatat pertumbuhan penjualan FAW Truck.
FAW Truck Jawa Timur
Frankie Makaminang, tentang perkembangan penjualan FAW Truck
Direktur Utama PT Gaya Makmur Mobil, Frankie Makaminang, mengatakan penjualan perusahaan pada tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 30 persen.

Angka tersebut, menurut Frankie, melanjutkan pertumbuhan yang sebelumnya bisa mencapai sekitar 40 persen per tahun.

“Kita tahun ini kira-kira 30 persen, jadi di saat yang lain-lain lagi pada turun kita terus naik,” ujar Frankie saat ditemui di sela Grand Opening GM Mobil Surabaya, Jumat (2/10/2026).

GM Mobil merupakan distributor FAW Truck dan XCMG di Indonesia. Perusahaan telah membawa kedua merek tersebut ke pasar Indonesia sejak 2005.

Untuk Jawa Timur, FAW memiliki karakter pasar yang berbeda dengan XCMG. Menurut Marcom Head Gaya Makmur Mobil, Rudolf Ang Dinata, FAW lebih banyak bermain di kebutuhan kendaraan on-road, terutama logistik dan distribusi barang.

“Kalau untuk daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, daerah Jawa, memang lebih banyak marketnya untuk FAW karena memang kebutuhannya sendiri on-road,” kata Rudolf.

Sementara XCMG lebih banyak diarahkan ke sektor pertambangan yang memiliki kebutuhan kendaraan dan alat berat berbeda.

FAW Klaim Pangsa Pasar Sekitar 10 Persen
Perkembangan penjualan membuat posisi FAW di pasar truk Jawa Timur ikut berubah.

Frankie menyebut pangsa pasar FAW saat ini berada di kisaran 10 persen di Jawa Timur untuk kategori yang mereka bidik. Ia juga mengatakan posisi penjualan GM Mobil telah melewati sejumlah merek kendaraan niaga lain pada segmen tertentu.

“Setahu saya, sekarang sudah 10 persenan,” ujar Frankie.

Ia mengingatkan bahwa perhitungan pangsa pasar kendaraan niaga tidak bisa dilepaskan dari kategori dan tipe truk. Setiap kelas kendaraan memiliki persaingan dan pemain yang berbeda.

GM Mobil kini mulai memperluas permainan dengan masuk ke kategori truk yang lebih kecil. Selama ini, FAW lebih dikenal melalui produk dengan kapasitas dan dimensi besar.

Langkah tersebut membuat persaingan menjadi semakin luas karena pasar kendaraan niaga kelas menengah hingga ringan memiliki kebutuhan yang berbeda, terutama untuk distribusi dan logistik perkotaan.

Harga dan Biaya Operasional Jadi Pertimbangan
Menurut Frankie, salah satu alasan pelanggan mulai mempertimbangkan FAW adalah kombinasi harga pembelian dengan spesifikasi kendaraan.

Ia mengatakan FAW menawarkan spesifikasi yang menurut perusahaan lebih tinggi dibanding sejumlah produk sekelas, sementara harga pembelian dan biaya suku cadang diklaim lebih kompetitif.

Pengusaha kendaraan niaga tidak hanya menghitung harga ketika membeli unit. Biaya bahan bakar, perawatan, suku cadang serta lama kendaraan dapat beroperasi juga menjadi bagian dari perhitungan bisnis.

Frankie menilai kondisi tersebut membuat kendaraan dengan biaya operasional lebih rendah semakin menarik bagi pengusaha.

“Biaya untuk belinya lebih murah, tapi tadi karena spesifikasi lebih tinggi. Biaya solarnya lebih irit, biaya spare part-nya lebih murah,” ujarnya.

Ia juga menyinggung karakter penggunaan truk di Indonesia yang berbeda dengan kondisi ideal di negara asal produk. Beban angkut, kondisi jalan dan pola perawatan membuat spesifikasi kendaraan harus disesuaikan.

Menurut Frankie, GM Mobil bersama prinsipal melakukan sejumlah pengembangan terhadap spesifikasi FAW untuk menyesuaikan kebutuhan operasional di Indonesia.

Siba Surya Sudah Gunakan 1.200 Unit
Salah satu gambaran perkembangan penggunaan FAW datang dari Siba Surya di Semarang.

Frankie mengatakan perusahaan tersebut akan menerima unit FAW ke-1.200 dalam seremoni yang dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.

Jumlah tersebut, menurutnya, terkumpul dalam sekitar empat tahun. Artinya, rata-rata pembelian mencapai sekitar 300 unit setiap tahun.

Bagi GM Mobil, jumlah tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kendaraan FAW mulai digunakan dalam skala besar oleh perusahaan angkutan.

Selain tractor head yang menjadi salah satu produk utama, FAW juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lain seperti rigid truck, wing box, tank truck dan mixer truck.

GM Mobil bahkan menyebut FAW telah mendapatkan persetujuan dari Pertamina untuk kebutuhan pengangkutan BBM tertentu. Klaim tersebut menjadi salah satu bagian dari ekspansi penggunaan FAW pada sektor transportasi yang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi khusus.

Jaringan After-Sales Jadi Penopang
Pertumbuhan penjualan kendaraan niaga juga menuntut kesiapan layanan purna jual.

Frankie mengatakan GM Mobil tidak ingin hanya mengejar penjualan unit. Jaringan Parts & Service Center, partshop dan teknisi terus dikembangkan agar kendaraan pelanggan tetap mendapatkan dukungan ketika beroperasi di berbagai daerah.

Di Jawa Timur, jaringan GM Mobil telah mencakup Surabaya, Probolinggo dan Tuban. Perusahaan juga menyiapkan perluasan ke Banyuwangi.

Konsep jaringan disesuaikan dengan karakter daerah. Di kota besar, GM Mobil menyiapkan cabang dengan fungsi penjualan dan layanan. Sementara di kota yang lebih kecil, Parts & Service Center menjadi fasilitas yang lebih diprioritaskan.

“Truck yang bagus pun kalau tidak punya jaringan after sales pasti akan rusak juga. Butuh sparepart, butuh mekanik, butuh training,” kata Frankie.

Menurut dia, jaringan partshop GM Mobil di Pulau Jawa kini sudah mencapai lebih dari 500 titik.

Pertumbuhan penjualan FAW akhirnya berjalan beriringan dengan perluasan jaringan layanan. Bagi kendaraan niaga yang menjadi bagian dari aktivitas bisnis setiap hari, keberadaan suku cadang dan mekanik menjadi faktor penting setelah unit meninggalkan showroom.

Dengan pasar Jawa Timur yang masih terus berkembang, GM Mobil kini tidak hanya memperluas jaringan produk, tetapi juga mulai masuk ke kelas kendaraan yang lebih kecil serta menyiapkan kendaraan listrik untuk kebutuhan operasional tertentu.
LihatTutupKomentar
close
harga yamaha nmax turbo